SIDRAP – Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Rijang Panua mengembangkan program kerja kelompok “Sawah Tangguh Spasial: Digitalisasi Petak Sawah Berpresisi Tinggi untuk Adaptasi Perubahan Iklim dan Tata Ruang Berkelanjutan” di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program ini bertujuan membangun basis data spasial pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan dan perencanaan sektor pertanian desa.
Program tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim yang dapat memengaruhi sektor pertanian, seperti pergeseran musim tanam, ketidakpastian curah hujan, serta risiko kekeringan dan banjir. Ketersediaan data mengenai kondisi dan luasan lahan diharapkan dapat membantu pemerintah desa dan kelompok tani memperoleh informasi pertanian yang lebih terstruktur dan akurat.
Guna membangun basis data pertanian yang presisi, tim KKN-T Unhas mengintegrasikan teknologi Geographic Information System (GIS) dan pemetaan interaktif berbasis Web-GIS. Program ini menghasilkan empat luaran terpadu, yaitu Peta Induk Tematik Desa yang menampilkan pembagian wilayah berdasarkan Kelompok Tani (Poktan), Peta Sektoral mikro per Poktan, Database Digital Spreadsheet yang memuat informasi pemilik, varietas padi, serta luas setiap petak sawah, dan Peta Digital Interaktif Google Earth 3D yang dapat diakses melalui QR Code menggunakan smartphone.
Pelaksanaan program dilakukan melalui pengumpulan dan pengolahan data spasial untuk mengidentifikasi wilayah serta petak-petak pertanian di Desa Rijang Panua. Data tersebut kemudian diolah menggunakan teknologi GIS menjadi peta dan database digital yang dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi pemerintah desa dan kelompok tani.
Tim KKN-T Unhas menjelaskan bahwa data geospasial yang terstruktur dapat menjadi salah satu dasar dalam mendukung pengelolaan pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Informasi tersebut dapat membantu pihak terkait dalam memahami kondisi lahan serta mendukung perencanaan kegiatan pertanian.
Kepala Desa dan Sekretaris Desa Rijang Panua, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Serta menilai hasil pemetaan memiliki manfaat khusus bagi kelompok tani dalam memperoleh informasi mengenai wilayah pertanian yang mereka kelola.
“Pemetaan ini sangat berguna bagi kelompok tani karena dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai wilayah dan lahan pertanian. Data ini dapat menjadi acuan dalam pengelolaan dan perencanaan kegiatan pertanian ke depan,” ujarnya.
Melalui Sawah Tangguh Spasial, tim KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas berharap hasil pemetaan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa dan kelompok tani sebagai sumber informasi dalam mendukung pengelolaan pertanian Desa Rijang Panua yang lebih terarah dan adaptif terhadap perubahan iklim.