Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk "Pesantren Ramah Lingkungan: Optimalisasi Pengelolaan Sampah dan Pemanfaatan Pekarangan Berbasis Partisipasi Santri" di Pondok Pesantren Ashabul Jannah, Desa Rijang Panua, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui partisipasi aktif para santri.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai empat jenis sampah, yaitu sampah organik, anorganik, residu, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) rumah tangga. Santri dibekali pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumber serta berbagai bentuk pemanfaatannya agar memiliki nilai guna bagi lingkungan.
Sebagai implementasi materi, mahasiswa KKN memperkenalkan komposter sederhana berbahan galon bekas untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Bagian atas galon dimanfaatkan sebagai wadah sampah organik, sedangkan bagian bawah berfungsi menampung air lindi hasil dekomposisi. Pupuk yang dihasilkan kemudian digunakan untuk mendukung budidaya tanaman hortikultura di pekarangan pesantren. Selain itu, botol plastik bekas dimanfaatkan sebagai wadah media tanam sehingga sampah anorganik memiliki nilai guna dan tidak berakhir sebagai limbah.
Ketua pelaksana program, Nurul Maghfirah Muhammad Ali, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para santri.
"Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Dengan memanfaatkan galon dan botol plastik bekas, sampah dapat diolah menjadi pupuk sekaligus menjadi media tanam yang bermanfaat. Harapannya, para santri dapat melanjutkan praktik ini sehingga tercipta lingkungan pesantren yang lebih bersih, hijau, dan mandiri dalam mengelola sampah," ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Ashabul Jannah, Ustadz Ahmad, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan edukasi yang tidak hanya menambah wawasan santri mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga membiasakan mereka untuk menjaga kebersihan lingkungan melalui praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh di Pondok Pesantren Ashabul Jannah serta menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.