Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk “Daur Ulang Tutup Botol Plastik Menjadi Eco Keychain sebagai Media Pembelajaran Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim pada Anak Sekolah Dasar” di UPT SD Negeri 1 Rijang Panua, Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik melalui metode pembelajaran kreatif dan praktik langsung.
Program tersebut merupakan bagian dari KKN-T Perubahan Iklim Desa Rijang Panua yang berfokus pada peningkatan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengajak siswa memahami dampak sampah plastik terhadap lingkungan serta mengenalkan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai salah satu upaya sederhana dalam mengurangi permasalahan sampah.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, bahaya sampah plastik yang sulit terurai, serta keterkaitan sampah dengan perubahan iklim. Setelah sesi edukasi, siswa mengikuti praktik pembuatan Eco Keychain dengan memanfaatkan tutup botol plastik bekas yang telah dikumpulkan dan dibersihkan sebelumnya.
Penanggung jawab kegiatan, Puput Fadillah, mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa melalui kegiatan yang menggabungkan edukasi dan kreativitas.
“Melalui kegiatan Eco Keychain ini, kami ingin memperkenalkan kepada siswa bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan dan kebiasaan menerapkan konsep 3R sejak dini,” ujarnya.
Kepala UPT SD Negeri 1 Rijang Panua, ibu Isuharni, mengapresiasi kegiatan edukasi lingkungan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, pemahaman mengenai perubahan iklim menjadi hal penting untuk dikenalkan kepada siswa sejak dini karena dampaknya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perubahan iklim memang sangat penting di masa kini karena dapat berdampak pada lingkungan sekolah, seperti meningkatnya sampah, banjir, maupun kekeringan. Melalui sosialisasi ini, anak didik kami dapat memahami cara memilah sampah dan mengetahui tempat yang tepat untuk menyimpan sampah botol plastik yang masih dapat dikelola,” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa UPT SD Negeri 1 Rijang Panua menunjukkan antusiasme dalam mengikuti setiap tahapan pembuatan Eco Keychain. Selain menghasilkan karya kreatif, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan serta mendorong siswa untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik.