SIDENRENG RAPPANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Ahmad Ibrahim Suyuti, menggelar program edukasi iklim dan mitigasi bencana interaktif di SD Negeri 4 Rijang Panua, Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program kerja individu bertajuk “Peningkatan Literasi KebencanaanDampak Perubahan Iklim Melalui Monopoli Kebencanaan” ini dirancang sebagai aksi nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta literasi kebencanaan siswa sekolah dasar sejak dini melalui metode pembelajaran yang seru dan edukatif. Pelaksanaan kegiatan ini terlaksana atas dukungan penuh dari KKN Unhas, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), serta Hanns Seidel Foundation (HSF).
Melalui media papan permainan monopoli yang telah dimodifikasi secara khusus, para siswa diajak memahami keterkaitan erat antara perubahan iklim global dengan meningkatnya risiko bencana alam di lingkungan sekitar. Selain mengenali berbagai jenis bencana, siswa dilatih mempelajari langkah praktis mitigasi dan tindakan penyelamatan diri dalam kondisi darurat.
Tidak hanya itu, permainan ini turut mengenalkan peran serta fungsi instansi penanggulangan bencana seperti BPBD, BMKG, Basarnas, hingga Pemadam Kebakaran. Edukasi ini bertujuan agar siswa memahami alur komunikasi dan pihak berwenang yang tepat ketika membutuhkan pertolongan darurat.
Penanggung jawab kegiatan, Ahmad Ibrahim Suyuti, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis permainan dipilih agar materi kebencanaanyang kompleks dapat diserap dengan mudah oleh anak-anak.
"Melalui Monopoli Kebencanaan, materi dikemas secara interaktif sehingga siswa tidak sekadar menghafal teori, tetapi juga memahami tindakan nyata yang harus diambil serta mengenali lembaga kebencanaan terkait. Kami berharap kebiasaan dan kesadaran tanggap bencana ini tertanam kuat sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar," ujar Ahmad.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dalam program ini. "Dukungan dari KLH, KKN Unhas, dan Hanns SeidelFoundation menjadi dorongan besar bagi kami dalam menghadirkan edukasi lingkungan yang berdampak dan aplikatif bagi generasi muda," tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa SD Negeri 4 Rijang Panuamenunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap alur permainan. Selain memberikan pengalaman belajar yang berkesan, pelaksanaan program ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam membentuk generasi muda Desa Rijang Panua yang tangguh, peka lingkungan, serta siap menghadapi tantangan dampak perubahan iklim di masa depan.